bandara terbesar di indonesia
Traveling

10 Nama Bandara Terbesar di Indonesia

Transportasi udara memegang peranan penting mengingat luasnya wilayah Indonesia. Beberapa bandara terbesar di Indonesia memastikan penumpang dan barang dapat dialihkan dengan cepat dari satu wilayah ke wilayah yang lainnya.

Tidak hanya untuk mengakomodir pengguna lokal saja, banyaknya tempat wisata terkenal di Indonesia juga membuat beberapa bandara tersebut dibuat sebaik mungkin untuk keperluan penerbangan internasional. Jadi jangan heran jika Indonesia memilki salah satu bandara terbesar di Asia Tenggara, atau bahkan Dunia.

Nah, buat kamu yang penasaran, berikut adalah urutan bandara terbesar di Indonesia yang bisa kamu simak.

1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta

Bandar udara ini diambil dari nama dwitunggal tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, yaitu Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Tempat ini juga populer dengan nama Bandara Cengkareng karena lokasinya yang berdekatan dengan wilayah Cengkareng, meski secara geografis sebenarnya ada di Kecamatan Benda.

Bandara ini sendiri merupakan pengganti Bandara Kemayoran dan Halim Perdanakusuma yang sebelumnya lebih banyak digunakan. Diresmikan pada 1 Mei 1985, hingga saat ini Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara utama untuk penerbangan domestik dan internasional di Indonesia.

Kapasitas bandara terbesar di Indonesia ini pada 2018 mencapai 67 juta penumpang. Namun untuk saat ini ada pengembangan lebih lanjut dan diharapkan pada tahun 2025, bandara seluas 2137 hektar tersebut bisa menampung hingga 110 juta penumpang setiap tahunnya.

Bandar Udara Soekarno-Hatta juga menjadi bandara tersibuk di Indonesia. Berdasarkan statistik 2018 dan 2019, bandara ini melayani 54 juta pelanggan setiap tahunnya. Ini membuat Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara terbesar dan tersibuk di Asia Tenggara.

2. Bandar Udara Internasional Kertajati

Bandara Kertajati termasuk bandar udara baru di Indonesia. Meski sudah dicanangkan sejak tahun 2003, beragam masalah dalam pendanaan membuat bandara ini baru diresmikan pada 24 Mei 2018.

Bandar udara kertajati jadi bandara terbesar kedua di indonesia

Meski begitu bandara yang terletak di Majalengka, Jawa Barat, ini sendiri merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta bila melihat luasnya. Dengan luas bandara mencapai 1800 hektar, bandara ini bisa menampung hingga 29 juta penumpang serta 1,5 juta ton kargo setiap tahunnya.

3. Bandar Udara Hang Nadim

Bandara terbesar berikutnya adalah Bandar Udara Hang Nadim yang berada di Batam, Riau. Nama bandara ini didapat dari nama Laksamana Hang Nadim yang terkenal dari Kesultanan Malaka.

Banda Udara Hang Nadim mulai beroperasi pada 1 Januari 1984. Setahun kemudian bandara ini secara resmi dibuka dengan melayani penerbangan domestik ke berbagai bandara lokal lainnya, lalu menyusul penerbangan internasional lima tahun setelahnya.

Satuhal yang unik dari bandara ini adalah panjang landasan pacunya yang mencapai 4.025 meter. Hal ini membuat Bandara Hang Nadim memiliki landas pacu terpanjang di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara setelah Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

4. Bandar Udara internasional Kualanamu

Bandara Kualanamu adalah Bandar Udara Internasional yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara. Meski dibangun sejak tahun 2006, bandara ini baru dibuka pada tanggal 25 Juli 2013 dan diresmikan setahun setelahnya pada 27 Maret 2014. Pembangunan bandara ini sendiri dilakukan untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang sudah berdiri lebih dari 85 tahun.

Bandar udara ini sendiri menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Pada tahun 2018 lalu saja bandara ini melayani 10.5 juta orang penumpang. Karena itulah ada rencana untuk memperluas area bandara ini agar kelak pada 2030 dapat menampung hingga 22 juta penumpang per tahunnya.

5. Bandar Udara Internasional Yogyakarta

Bandar Udara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) adalah sebuah Bandar Udara Internasional yang dibangun di daerah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bandar udara ini dibuat untuk membantu kinerja Bandar Udara Internasional Adisutjipto yang sudah tidak mampu lagi menampung kapasitas penumpang dan pesawat.

Bandar udara yang berdiri di tanah seluas 600 hektar ini memiliki terminal seluas 210.000 meter persegi dengan kapasitas 20 juta penumpang per tahun. Selain itu, bandar udara tersebut juga dilengkapi dengan hanggar seluas 371.125 meter persegi yang diperkirakan dapat menampung hingga 28 unit pesawat.

6. Bandar Udara Internasional Minangkabau

Bandara terbesar di Indonesia selanjutnya adalah Bandar Udara Minangkabau yang terletak di provinsi Sumatera Barat. Dibangun sejak tahun 2002, bandara ini mulai dioperasikan secara penuh pada Juli 2005 menggantikan Bandar Udara Tabing yang sudah beroperasi selama 34 tahun.

Bandar udara ini berdiri di atas tanah seluas 426 hektar dengan landasan pacu sejauh 3000 meter. Pada tahun 2017, bandara tersebut mulai diperluas agar nantinya terminal bertambah menjadi 49.000 meter persegi yang bisa menampung 5,9 juta penumpang, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.

7. Bandar Udara Internasional Juanda

Bandara Juanda adalah bandar udara internasional yang terletak di daerah Sidoarjo, Jawa Timur. Nama bandara ini diambil dari Ir. Djuanda Kartawidjaja, Wakil Perdana Menteri terakhir Indonesia yang juga menyarankan pembangunan bandara tersebut.

Bandara ini memiliki panjang landasan pacu sejauh 3000 meter dengan terminal seluas 51.500 meter persegi. Dengan luas tersebut, bandara Juanda patap menampung 16 juta penumpang setiap tahun dan memiliki kapasitas kargo hingga 120.000 ton per tahunnya.

8. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin

Bandara selanjutnya adalah Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang terletak di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun sebelum bernama Sultan Hasanuddin, bandara ini lebih dulu dikenal dengan nama Lapangan Terbang Kadieng.

Dengan luas sekitar 381 hektar, Bandar Udara Sultan Hasanuddin menjadi bandara terbesar di Indonesia bagian Tengah dan Timur. Selain itu bandara ini juga menjadi salah satu bandara termewah dengan desain berbentuk kapal pinisi yang menjadi kapal tradisional suku Bugis dan Makassar.

Berdasarkan statistik tahun 2018, bandara ini melayani 13,5 juta penumpang per tahunnya. Hal ini membuat Bandar Udara Sultan Hasanuddin sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia.

9. Bandar Udara Sepinggan

Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan atau Bandara Sepinggan adalah bandara yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur. Bandara ini awalnya lebih banyak digunakan untuk kegiatan perusahaan minyak Belanda sebelum menjadi bandara sipil setelah pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia pada tahun 1960.

Secara kapasitas, bandara ini sebenarnya hanya mampu menampung hingga 10 juta penumpang saja per tahunnya. Namun seiring dengan proyeksi ibu kota negara baru, kapasitas bandara ini akan ditingkatkan agar dapat melayani hingga 30 juta penumpang setiap tahunnya.

10. Bandar Udara Internasional Ngurah Rai

Sebagai tempat wisata di Indonesia yang paling terkenal di Indonesia, Pulau Bali juga memiliki salah satu bandara terbesar di Indonesia bernama Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bandara ini juga menjadi bandara tersibuk kedua di Indonesia dengan 20 juta lebih penumpang setiap tahunnya.

Bandar udara ini berada di keluarahan Tuban yang berlokasi di sebelah selatan Pulau Bali. Namanya sendiri mengambil dari nama pahlawan Indonesia yang berasal dari Bali dengan nama yang sama.

Bandar udara ini sendiri awalnya hanya berupa landasan pacu kecil yang dibangun pada tahun 1930 oleh Departemen Pekerjaan Umum waktu itu yang bernama Departement Voor Verkeer en Waterstaats. Di bawah kependudukan Jepang, bandara tersebut mengalami perubahan dan penambahan infrastruktur dan terus berlanjut hingga masa awal kemerdekaan.

Pada 1 Agustus 1969, Presiden Soeharto meresmikan bangunan tersebut sekaligus mengubah namanya dari Pelabuhan Udara Tuban menjadi Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai (Bali International Airport Ngurah Rai).


Itulah dia 10 nama bandara terbesar di Indonesia yang tidak hanya luas, namun juga dapat menampung banyak penumpang dan kargo setiap tahunnya. Tidak hanya mempermudah warga untuk saling bepergian ke daerah lain, bandara tersebut juga memudahkan kita untuk bepergian ke luar negeri dengan mudah tanpa perlu transit di bandara besar lain terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *