cara merawat mobil matic yang benar supaya awet meski jarang dipakai
Otomotif

Cara Merawat Mobil Matic dengan Mudah

Mengetahui cara merawat mobil matic yang benar adalah hal yang harus diketahui agar mobil tetap awet. Jika sampai ada komponen yang rusak, biaya perbaikannya bisa lumayan menguras kantong.

Maka dari itu, perawatan mobil matic harus jadi prioritas utama, terutama pada beberapa bagian yang rentan rusak seperti transmisinya.

Jika kita abai dengan masalah perawatan, efeknya mungkin tidak akan langsung dirasakan sekarang. Namun jika hal ini sering terjadi, masalahnya akan menggunung di kemudian hari. Bila sudah terlalu parah, performa mobil pun akan terganggu nantinya.

Makanya, jangan cuma bisa membelinya saja, pastikan kamu juga bisa mengetahui masalah-masalah yang biasa muncul di mobil matic serta bisa merawatnya dengan benar.

Tips untuk Merawat Mobil Matic dengan Benar

1. Panaskan mobil sebelum digunakan

Memanaskan mesin mobil sebelum digunakan menjadi hal yang sering disepelekan pemilik mobil. Padahal hal sangat baik untuk membuat performa mesin tetap prima dan tidak mudah mengalami masalah. Tidak hanya itu, memanaskan mobil sebelum menggunakannya juga baik untuk meratakan oli ke seluruh komponen mesin mobil.

Saat dipanaskan, pastikan kondisi transmisi mobil berada pada posisi netral. Setelah itu biarkan mobil hidup kurang lebih selama 5 menit. Jika sudah, kita juga bisa menyalakan pendingin untuk merawat AC mobil.

2. Servis mobil di waktu yang tepat

Agar mobil matik awet dan selalu memiliki performa yang baik, servis mobil tidak boleh dilewatkan. Dan sebisa mungkin lakukanlah servis mobil di waktu yang tepat sesuai dengan buku petunjuknya. Selain itu lakukanlah servis di bengkel resmi agar mobil mendapatkan penanganan yang sesuai dengan standar mobil tersebut.

3. Ganti oli secara teratur

Semakin lama dipakai, tingkat kekentalan (viskositas) oli akan menurun. Hal ini bisa menyebabkan gesekan antar komponen mobil menjadi semakin kasar. Makanya, mengganti oli mesin secara teratur menjadi hal yang sangat penting bagi pemilik mobil, termasuk mobil matic.

Penggantian oli biasanya dilakukan berbarengan dengan servis mobil. Namun jika mobil sering digunakan, kita bisa melakukan penggantian oli sendiri setelah mobil memiliki jarak tempuh yang cukup jauh. Jika ingin menggantinya sendiri, pastikan mobil matic menggunakan oli khusus mobil matic juga.

4. Jangan lupa ganti oli transmisinya juga

Gunakan oli khusus agar mobil matic tetap awet meski jarang dipakai

Tidak hanya oli mesin, oli transmisi mobil matic juga harus mendapatkan perhatian. Jika sering digunakan berkendara, gantilah pelumas transmisi mobil matic saat jarak tempuhnya mencapai minimal 25.000 km dan maksimal 50.000 km. Sama seperti oli mesin, pilihlah oli transmisi yang sesuai dengan mobil matic berdasarkan petunjuk dari produsen mobil matic kita.

Untuk mengetahui kapan oli transmisi perlu diganti, kita bisa mengecek kondisi oli dari dipstick dengan menempatkan mobil di area yang rata.

Jika volume oli berada di garis normalnya, berarti kondisi oli transmisi dalam keadaan baik. Sebaliknya jika volume oli berada di garis terendah, kemungkinan besar terdapat kebocoran di dalam yang harus segera di tangani.

5. Bawa jalan secara rutin

Cara lain untuk merawat mobil matic dengan mudah adalah dengan melakukan uji jalan selama beberapa bulan sekali. Dengan cara ini kita bisa mendeteksi hal yang tidak wajar seperti munculnya suara pada mesin, guncangan yang tidak wajar, atau laju mobil yang tidak rata akibat kurangnya tekanan angin pada ban.

Salah satu hal yang cukup penting saat uji jalan adalah untuk mengecek transmisi mobil matic, apalagi jika mobil jarang dipakai.

Cara memeriksanya sederhana. Pertama, ubahlah posisi tuas transmisi dari atau ke D dan R. Setelah itu lepaskan rem mobil dengan perlahan. Jika tidak terdapat masalah pada sistem transmisi, maka mobil matic akan berjalan secara otomatis.

6. Keringkan mobil jika kebanjiran

Jika kamu tinggal di daerah yang rawan banjir, mobil harus mendapatkan perhatian ekstra, terutama saat musim hujan melanda.

Bila suatu saat mobil terendam banjir, segera keringkan komponen mobil matic setelah banjir reda. Kita bisa mulai mengeringkan beberapa komponen penting mulai dari busi, karburator, filter angin, v-belt, hingga dynamo starter.

Setelah itu kuras oli mesin dan transmisi lalu ganti dengan oli baru. Jika perlu, kita juga bisa menguras tangki bahan bakar agar tidak tercampur dengan air dan kotoran yang bisa merusak sistem pembakaran pada mesin.

Ingat, lakukan hal ini segera agar mobil tidak rusak terlalu parah setelah terendam banjir.

7. Gunakan mobil matic dengan benar

Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk merawat mobil matic adalah dengan menggunakannya dengan benar.

Sebagai contoh, usahakan untuk tidak menekan pedal gas terlalu dalam secara tiba-tiba. Hal ini bisa merusak katup solenoid mobil akibat proses perubahan oli ke konverter torsi yang tidak sempurna.

Selain itu, kita jua harus menggunakan perseneling sesuai dengan fungsinya.

Misalnya, ketika kita akan berhenti untuk parkir, gunakan persneling ‘P’ (Parking). Namun gunakan persneling ini hanya ketika mobil telah benar-benar telah berhenti, jangan memindahkan tuas ke bagian ini jika mobil masih berjalan.

Hal yang sama juga berlaku saat kita sudah dalam kondisi parkir. Jangan memasukkan persneling ‘D’ (Drive) agar bagian persneling dan kopling mobil tidak mudah rusak.

Terakhir, pada saat kondisi mace kita bisa memindahkan mode transmisi ke “N” atau neutral sembari mengangkat rem tangan.


Bagaimana, ada banyak kan cara merawat mobil matic yang benar supaya kendaraanmu tetap awet dan enak dikendarai ? Makanya jangan hanya bisa membelinya saja, rawat juga kendaraanmu supaya tepat enak digunakan meski jarang dipakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *