Filosofi kaktus dalam kehidupan, persahabatan, dan cinta
Produktivitas

7 Filosofi Kaktus dalam Kehidupan, Persahabatan, dan Cinta

Kaktus adalah tanaman luar biasa yang mampu tumbuh di tempat yang sulit ditinggali oleh tanaman manapun. Dari karakteristiknya, kita bisa belajar mengenai filosofi kaktus dari tanaman berduri tersebut.

Kaktus sendiri merupakan tanaman yang dapat ditemui di daerah gurun. Cuaca yang panas dan gersang membuat tanaman ini tidak memiliki daun seperti tanaman pada umumnya. Hal ini merupakan salah satu bentuk adaptasi kaktus mengingat curah hujan yang jauh sangat kecil di tempatnya tinggal.

Melihat bagaimana bentuk serta adaptasi tanaman ini di lingkungan yang keras membuat tanaman ini memiliki banyak nilai berharga yang patut direnungkan. Jika kamu sedang mencari inspirasi dalam kehidupan, persahabatan, dan cinta, tidak ada salahnya belajar dari filosofi kaktus.

Pelajaran Berharga dari Kaktus

1. Bisa Beradaptasi Meski Berada di Lingkungan yang Keras

Ketika tanaman lainnya tumbuh subur di tempat bercurah hujan tinggi, kaktus justru memilih untuk menempati tempat yang bahkan tidak ingin dikunjungi siapa pun. Cuaca yang relatif panas dan jumlah air yang sedikit pastinya akan membuat kebanyakan tanaman mati, tapi tidak dengan kaktus.

Di lingkungan yang keras tersebut, kaktus melakukan segala cara agar bisa beradaptasi.

Hal ini dilakukan dengan menyingkirkan daun yang justru akan membuat ia kehilangan air lebih cepat. Sebagai gantinya, batang tanaman ini beralih fungsi menyerupai daun dengan dinding tebal yang mampu mengunci kelembaban di bagian dalamnya. Tidak cuma itu, kaktus pun beradaptasi agar dapat menyerap banyak air dengan cepat agar mereka mampu memaksimalkan hujan yang hanya sesekali turun.

Hal ini tentunya memberi pelajaran pada kita bahwa selalu ada cara untuk bertahan hidup meski kita berada di lingkungan yang kurang ideal. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar akan membuat kita mampu melalui banyak hal dan meraih sukses di tempat yang paling sulit ditaklukan sekalipun.

2. Mampu Menjaga Diri Sendiri

Menjadi satu dari segelintir tanaman yang ada di daerah gurun tentu membuat kaktus menjadi incaran bagi hewan pemakan tumbuhan lainnya, termasuk manusia. Untungnya mereka pintar menjaga diri!

Duri menjadi salah satu bentuk pertahanan diri kaktus dan bagian yang membuatnya membuatnya unik. Dengan adanya duri-duri ini, kaktus dapat melukai siapa saja yang berani memakannya. Beberapa kaktus memilih cara lain yang tidak terlalu ekstrim seperti menghasilkan getah yang mengganggu dan sedikit beracun bagi yang memakannya.

Filosofi tanaman kaktus yang mampu melindungi dirinya sendiri dengan duri di tubuhnya
Duri jadi salah satu bentuk perlindungan kaktus dalam menghalau pemangsa

Belajar dari filosofi kaktus, kita juga bisa belajar untuk bisa menjaga diri sendiri agar tidak ‘mangsa’ bagi orang lain yang berniat jahat, atau ingin memanfaatkan kebaikan yang kita miliki. Tidak perlu sampai belajar bela diri, minimal kita bisa berani berkata ‘TIDAK’ pada hal-hal yang membuat kita tidak nyaman.

3. Meski Aneh, Kaktus Tetap Istimewa

Sekilas tidak ada yang istimewa dari kaktus. Bentuknya yang aneh dan tempat tinggalnya di gurun mungkin akan membuat kita berpikir kalau tanaman ini tidak ada gunanya.

Padahal kaktus merupakan salah satu bagian penting dalam ekosistemnya. Tanpa adanya kaktus, kehidupan di gurun mungkin akan jauh berbeda, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Dari hal ini kita bisa belajar untuk melihat orang lain dari sudut yang berbeda.

Setiap manusia dibuat berbeda-beda. Tidak hanya tampilan fisiknya saja, tapi juga sifat dan wataknya. Beberapa menjadi bagian penting dalam hidup kita, sementara yang lain mungkin hanya sekedar lewat saja dan menjadi objek yang seringkali kita acuhkan.

Meski seseorang tampak biasa saja di mata kita, bagi seseorang, orang tersebut adalah segalanya di hidup mereka. Jadi lebih hati-hatilah saat bertindak atau mengucapkan sesuatu pada orang lain.

4. Jangan Mudah Menilai Orang Lain

Meski bagian luarnya penuh duri dan tampak menyeramkan, bagian dalam kaktus justru kebalikannya. Daging bagian dalamnya yang lembut dan juicy membuat kaktus jadi santapan beberapa hewan. Kandungan airnya yang tinggi pun membuat kaktus jadi solusi bagi mereka yang ingin menyantap air segar saat kehausan di tengah gurun.

Tidak cuma itu saja, kaktus pun memiliki bunga yang sangat indah dan tidak kalah cantik dari bunga tanaman lainnya.

Melalui filosofi kaktus, kita bisa belajar untuk tidak mudah menilai orang lain. Orang yang dari luar tampak garang pun bisa saja memiliki hati yang sama sekali berbeda.

5. Sabar

Pada dasarnya semua tanaman membutuhkan air untuk dapat hidup. Namun di tempat yang hanya disiram hujan selama beberapa kali dalam setahun, mendapatkan air akan sangat sulit bagi kebanyakan tanaman.

Dengan daya adaptasinya yang tinggi, kaktus bisa hidup tanpa air hingga berbulan-bulan lamanya. Selama musim kering, kaktus dapat bersabar dan menahan air yang dimilikinya sampai hujan tiba.

Melalui filosofi tanaman kaktus ini, kita juga bisa belajar bersabar dalam menghadapi ujian dan ‘kekeringan’ yang panjang. Selalu lah percaya bahwa hal buruk pasti akan berlalu, dan akan tiba masanya kamu merasakan momen-momen paling bahagia dalam hidupmu.

6. Tidak Perlu Terburu-Buru

Satu hal yang seringkali membuat seseorang merasa terpuruk adalah ketika kita sering membanding-bandingkan tingkat kesuksesan dengan teman sebaya atau orang lain di sekitar kita. Padahal setiap orang dapat meraih kesuksesan mereka masing-masing sesuai dengan laju masing-masing.

Filosofi bunga kaktus yang dapat mulai mengembang setelah puluhan tahun
Bunga kaktus Saguaro dapat mulai merekah setelah puluhan tahun lamanya

Pada dunia kaktus, ada tanaman bernama Saguaro yang merupakan kaktus berbentuk menjulang yang banyak hidup di daerah Arizona dan Meksiko.

Tidak seperti kaktus lainnya, butuh waktu lama untuk Saguaro untuk mulai berbunga. Jika curah hujannya cukup, Saguaro akan mulai berbunga setelah 30-35 tahun. Namun jika curah hujannya tidak mencukupi, kaktus Saguaro akan butuh waktu hingga 75 tahun untuk mulai berbunga.

Jadi apapun yang kamu lakukan sekarang untuk meraih kesuksesan, lakukanlah dengan konsisten. Jangan biarkan kesuksesan orang lain mempengaruhi laju kamu.

7. Tidak Boros

Dengan curah hujan yang sangat sedikit, kaktus harus mampu mengatur sumber daya yang dimilikinya untuk bisa bertahan sampai hujan selanjutnya turun. Jika tidak, mereka akan kesulitan untuk tumbuh, apalagi berkembang biak.

Saat hujan turun, kaktus mampu menyerap air dalam jumlah banyak dan menggunakannya untuk mengembangkan tubuhnya. Air yang tidak terpakai pun nantinya akan disimpan untuk bekal menghadapi musim kering.

Dari hal tersebut kita bisa belajar filosofi kaktus dalam mengatur sumber daya yang kita miliki.

Saat memiliki rezeki lebih, gunakan uang untuk hal-hal yang dapat mengembangkan kehidupan kamu seperti mulai berbisnis atau berinvestasi. Jangan menghamburkan uang untuk hal-hal konsumtif yang tidak akan tersisa setelah uang kamu habis.


Tanaman kaktus kini populer sebagai salah satu tanaman hias yang digunakan sebagai dekorasi rumah. Selain bentuknya yang unik, kaktus juga tidak manja dan dapat jauh lebih mudah dirawat dibanding tanaman hias lainnya.

Namun di balik itu semua, ada pelajaran berharga dari kaktus yang bisa kita ambil. Dengan filosofi kaktus, kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh, mudah beradaptasi, serta memiliki mindset yang tepat untuk meraih kesuksesan kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.