investasi jangka pendek yang menguntungkan dan aman
Keuangan

4 Contoh Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan

Masih banyak anggapan kalau investasi identik dengan waktu lama yang dibutuhkan untuk mulai bisa mendapatkan hasilnya. Padahal ada beberapa jenis investasi jangka pendek yang menguntungkan dan bisa dinikmati dalam waktu yang lebih cepat.

Tidak seperti investasi jangka panjang yang kadang butuh lebih dari 5 tahun untuk bisa untung maksimal, investasi jangka pendek bisa dinikmati hasilnya kurang dari 2-3 tahun saja.

Nah, jika kamu sedang mencari cara untuk mengoptimalkan uang yang kamu simpan, beberapa contoh investasi jangka pendek yang menguntungkan ini bisa jadi inspirasimu.

Jenis Investasi Jangka Pendek

1. Deposito

Sekilas deposito dan tabungan tidak jauh berbeda karena uang yang kita miliki sama-sama ditabung di bank. Meski begitu keduanya memiliki perbedaan, termasuk dalam masalah suku bunga yang membuat deposito cocok disebut sebagai investasi.

Saat membuka deposito, nasabah akan diberikan beberapa opsi waktu penyimpanan mulai dari hitungan bulan sampai tahunan. Dalam jangka waktu tersebut, uang tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo. Justru kita akan terkena denda jika mencairkan deposito sebelum waktunya. Beda dengan tabungan yang bisa diambil kapan saja.

Perbedaan tabungan dan deposito lainnya adalah suku bunga deposito yang jauh lebih besar dibanding tabungan biasa. Jika menabung hanya memberimu 0,5-3% saja, bunga deposito bisa mencapai 5-7% tergantung suku bunga acuan Bank Indonesia.

2. Peer-to-Peer Lending

P2P lending merupakan platform yang mempertemukan pemilik modal (lender) dengan peminjam (borrower). Investasi dalam bentuk peer-to-peer (P2P) lending kini cukup populer di masyarakat mengingat tenor yang relatif singkat dengan hasil imbal hasil yang cukup besar.

Untuk mulai menginvestasikan dana di P2P lending, modal yang dibutuhkan cukup kecil, mulai dari Rp100.00 saja. Dengan tenor yang kadang hanya dalam hitungan bulan, kita sudah bisa mendapatkan imbal hasil hingga di atas 20% per tahunnya.

3. Reksadana

Reksadana merupakan jenis investasi di mana dana nantinya akan dikumpulkan dari investor untuk diserahkan dan dikelola oleh manajer investasi. Dana tersebut nantinya akan ditanamkan pada beragam efek yang dianggap dapat menguntungkan investor.

Investasi dalam bentuk reksadana sendiri cukup banyak digemari oleh masyarakat karena proses registrasinya yang mudah dan minimnya modal awal yang dibutuhkan untuk memulainya.

Meski begitu, tidak semua reksadana cocok untuk investasi jangka pendek. Jika kamu ingin mendapatkan untung dengan cepat, maka reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap bisa jadi pilihan utama.

Pada reksadana pasar uang, dana akan ditempatkan pada instrumen pasar uang yang memiiki risiko rendah dibanding instrumen lainnya. Makanya imbal hasilnya pun tidak terlalu besar, hanya sekitar 4-8% saja pertahunnya.

Sementara pada reksadana pendapatan tetap, 20% dana akan ditempatkan di instrumen pasar uang dan sisanya ditempatkan pada surat utang berjangka (oibligasi). Imbal hasil pada reksadana pendapatan tetap biasanya lebih tinggi hingga 10% per tahunnya.

4. Surat Obligasi

Contoh investasi jangka pendek lain yang bisa kamu ambil adalah surat obligasi seperti Sukuk Tabungan (ST) atau Saving Bonds (SBR) yang dirilis oleh Kementrian Keuangan (Kemenkeu).

Keduanya merupakan investasi dengan risiko yang sangat rendah karena dijamin langsung oleh negara. Dengan risiko gagal bayar yang hampir tidak ada, jenis investasi ini akan cocok untuk investor pemula.

Untuk mulai berinvestasi dalam bentuk surat obligasi, modal yang dibutuhkan cukup kecil, mulai dari Rp1 juta saja. Keuntungan nantinya bisa didapat dengan dua cara.

Pertama, surat obligasi memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon. Dengan begitu pemegang obligasi akan mendapatkan pendapatan bungan secara rutin selama masa berlaku obligasi. Bunga yang ditawarkan umumnya lebih tinggi dibanding bunga deposito atau suku bunga Bank Indonesia (SBI).

Kedua, pemegang obligasi juga bisa memperjualbelikan obligasi tersebut dan mendapatkan untung dari selisih harga jual dan beli.


Cukup banyak bukan pilhan investasi jangka pendek yang menguntungkan dan aman buat kamu? Meski menggiurkan, jangan hanya bergantung pada satu jenis investasi saja. Gunakan beberapa jenis investasi agar tujuanmu lebih cepat tercapat dan bisa meraih profit yang maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *