kebiasaan tidak produktif yang harus dibuang jauh-jauh
Produktivitas

7 Kebiasaan Tidak Produktif yang Harus Dibuang Jauh-Jauh

Selama ini banyak yang mengeluh bahwa mereka tidak bisa produktif karena terbatasnya waktu yang mereka miliki. Padahal di tempat lain ada banyak orang yang bisa melakukan lebih banyak hal meski sama-sama memiliki waktu 24 jam saja!

Salah satu penyebab hal ini adalah kebiasan tidak produktif yang seringkali tanpa sadar kita lakukan. Padahal bila kebiasaan ini bisa dihentikan, kita akan punya lebih banyak waktu untuk jadi lebih produktif.

Nah, jika kamu juga merasakan hal yang sama, coba cek apakah kamu juga memiliki kebiasaan yang tidak produktif seperti berikut ini.

1. Khawatir dan Rasa Cemas

Rasa khawatir akan muncul bila kita memiliki banyak hal yang harus dilakukan atau ketika tidak ada yang bisa kita lakukan saat menghadapi situasi tertentu.

Kekhawatiran adalah sifat dasar manusia, tetapi terlalu khawatir adalah hal yang justru akan memberatkan diri kita sendiri.

Dengan terlalu khawatir, kita hanya akan menempatkan diri kita di bawah tekanan dan pada akhirnya hal ini bisa mempengaruhi produktivitas kita. Rasa khawatir yang berlebihan akan menghentikan kita untuk mengambil tindakan lebih cepat dari biasanya dan tidak jarang membuat kita merasa takut.

Meski begitu tidak semua rasa khawatir itu buruk, karena hal tersebut dapat membuat kita lebih berhati-hati dan membuat persiapan jauh-jauh hari untuk memastikan kita tidak gagal. Tetapi mengkhawatirkan hal-hal yang tidak berada dalam kendali kita, atau hal-hal yang bahkan belum terjadi, hanya akan menghambat produktivitas kita.

Jadi berhentilah mengkhawatirkan hal-hal di luar kendali kita, yang tidak mempengaruhi kita secara langsung atau yang belum terjadi. Biarkan segala sesuatunya berjalan dengan sendirinya dan kemudian lihat apa yang terjadi.

2. Mencoba Terlalu Keras

Bekerja terlalu keras atau terlalu memaksakan diri juga dapat membahayakan produktivitas kita.

Dalam lari marathon, para peserta tidak menghabiskan seluruh tenaganya sekaligus di awal lomba karena mereka tahu sebentar lagi mereka akan kelelahan dan tertinggal dalam perlombaan. Makanya banyak pelari yang memulai dengan lari yang lebih lambar sebelum berlari jauh lebih cepat mendekati garis finis.

Hidup juga tidak ubahnya seperti perlombaan. Jika kamu bekerja terlalu keras dan terlalu lama, kamu akan segera kehilangan tenaga dan produktivitas pun akan turun.

Berjalan dengan kecepatan tetap yang dapat kamu pertahankan untuk waktu yang lama akan jauh lebih baik. Dengan begitu kamu tidak akan cepat merasa jenuh dan tingkat produktivitas pun akan terjaga.

3. Tidak Menuliskan Sesuatu di Atas Kertas

Dulu, semuanya dilakukan di atas kertas. Tidak ada gadget atau pengingat digital seperti sekarang. Orang-orang mencatat banyak dengan cara sederhana menggunakan kertas dan di buku catatan. Sekarang cara tersebut sudah banyak ditinggalkan dan banyak orang lebih tergantung pada gadget mereka.

Otak kita adalah organ luar biasa yang bekerja sepanjang waktu dan memberi kita banyak ide yang luar biasa. Sayang kebanyakan dari kita tidak mencatat ide-ide berguna yang muncul dan mengandalkan otak kita untuk menyimpannya sebagai memori. Tapi nanti ketika sudah waktunya untuk menggunakan ide itu atau mengerjakannya, kita tidak bisa mengingatnya.

Dibandingkan mencatat pada gadget, menulis pada buku catatan akan membuat kamu mengingat sesuatu dengan lebih jelas dan dalam waktu yang lebih lama. Karena itulah, ada baiknya jika kamu menyimpan buku catatan kecil di suatu tempat yang dapat dijangkau dengan mudah.

Dengan buku tersebut kamu bisa menulis berbagai macam hal mulai dari apa yang ingin lakukan, ide, pesan, kenangan, dll. Ketika kamu butuh ide-ide baru, buku catatan ini bisa menjadi inspirasi buat kamu. Tidak hanya itu, buku ini juga bisa kamu isi dengan catatan kemajuan yang sudah kamu lakukan, apa yang kamu pikirkan, apa yang telah kamu capai dan apa saja yang masih perlu dilakukan.

4. Memeriksa Hal-Hal yang Tidak Produktif

hindari kebiasaan tidak produktif seperti bolak-balik memeriksa smartphone

Kehadiran teknologi membuat begitu banyak tugas menjadi mudah. Sayangnya hal tersebut juga memudahkan kita untuk menjadi tidak produktif saat masih sibuk.

Salah satu sifat dan kebiasaan paling tidak produktif yang tampaknya dimiliki setiap orang akhir-akhir ini adalah terus-menerus ‘memeriksa’ berbagai hal mulai dari pesan, akun media sosial, email, notifikasi, berita, dan lain sebagainya.

Meski beberapa bersifat penting, ada banyak hal yang justru bisa menyita seluruh waktu kita. Meskipun kita berniat hanya untuk melakukannya sebentar saja, memeriksa hal-hal yang tidak produktif semacam ini malah bisa membuat kita melupakan tugas kita yang sebenarnya.

5. Tidak Berani Berkata ‘Tidak’

Sebagai orang Indonesia kadang kita selalu merasa sungkan untuk berkata ‘tidak’ pada permintaan orang lain. Tidak jarang kita malah sengaja melakukannya hanya untuk menyenangkan orang lain.

Sayangnya banyak juga di antara kita yang malah menjadi terbebani dengan permintaan tersebut. Tidak jarang kita menjadi repot sendiri dan membuat kita menjadi tidak produktif. Kualitas pekerjaan kita pun akan menurun bila kita mengerjakannya setengah hati.

Jadi jika kamu tidak berada pada posisi yang tepat untuk menerima permintaan orang lain, tidak ada salahnya berkata ‘tidak’ dan jangan berkata ‘iya’ hanya karena merasa tidak enak.

6. Sering Menunda Pekerjaan

Memiliki banyak waktu bisa seperti pisau bermata dua. Di satu sisi kita jadi tahu kalau kita masih memiliki kesempatan untuk mengerjakan berbagai macam hal, namun di sisi lain bisa juga membuat kita menjadi lebih malas karena kita beranggapan masih ada waktu untuk bersantai.

Sering menunda pekerjaan pada akhirnya dapat menimbulkan efek domino saat kita kehabisan waktu. Pekerjaan menjadi menumpuk dan kita pun dituntut untuk bisa mengerjakan semuanya dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Makanya, mumpung punya banyak waktu, sebisa mungkin kamu harus bisa menyelesaikan semua tugas terlebih dahulu, baru bersantai kemudian. Dengan begitu kamu tidak akan kerepotan dan akan selalu siap bila sewaktu-waktu ada perubahan rencana.

7. Perfeksionis

Sebuah quote dari Winston Churcill, “perfection is the enemy of progress.”

Bagi sebagian orang, kesempurnaan adalah hal yang harus selalu mereka kejar. Bagi orang-orang seperti ini, menyelesaikan pekerjaan bukan berarti tugas mereka telah selesai, pekerjaan tersebut juga harus benar-benar tampak sempurna di mata mereka meskipun terkadang hanya mereka yang menyadarinya.

Hal ini tentu membuat kemajuan pekerjaan menjadi terhambat karena kita akan fokus lebih lama pada sebuah tugas. Selain itu sifat perfeksionis juga bisa membebani kita karena kita akan selalu menuntut hasil yang sempurna pada semua pekerjaan yang kita lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *