negara timur tengah yang bebas visa dengan paspor indonesia
Traveling

6 Negara Timur Tengah yang Bebas Visa dengan Paspor Indonesia

Negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah jadi salah satu tujuan wisata favorit bagi warga Indonesia. Mengingat banyaknya penganut agama islam di kawasan tersebut, traveler muslim tentu tidak akan sulit untuk menemukan rumah makan halal serta tempat ibadah yang nyaman.

Tidak hanya itu saja, negara-negara di Timur Tengah juga memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk dipelajari, apalagi sejarah yang berhubungan dengan peradaban islam zaman dahulu. Namuh hal ini kini juga diiringi dengan peradaban baru yang lebih canggih dan modern yang pastinya sama menariknya untuk dikunjungi.

Selain negara di Timur Tengah, negara-negara yang berada di kawasan Asia Tengah juga memiliki daya tarik yang sama bagi traveler muslim. Menariknya, ada beberapa negara di kedua kawasan tersebut yang bisa dikunjungi bebas visa dengan menggunakan paspor Indonesia. Beberapa di antaranya juga bisa dikunjungi dengan membuat visa di negara tujuan (Visa on Arrival).

Nah, buat kamu yang ingin merencanakan liburan ke kawasan Timur Tengah atau Asia Tengah, berikut adalah beberapa rekomendasi negara yang bisa kamu kunjungi tanpa repot mengurus visa terlebih dahulu.

1. Iran (Visa on Arrival 30 Hari)

Salah satu masjid tertua di Iran, Masjid Jami Isfahan
Salah satu masjid tertua di Iran, Masjid Jami Isfahan

Bicara Iran kita mungkin akan teringat konfliknya dengan Amerika Serikat dan menganggap negara ini kurang aman untuk dikunjungi. Padahal kini Iran sudah berbenah dan menerima pengunjung dari negara mana saja.

Salah satu kebijakan mereka dalam memajukan sektor pariwisata adalah dengan menyediakan layanan Visa on Travel yang berlaku untuk 170 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Makanya Iran bisa jadi negara Timur Tengah yang bisa kamu kunjungi bebas visa dengan paspor Indonesia.

Iran sendiri memiliki banyak destinasi wisata yang patut kamu kunjungi, terutama jika kamu tertarik dengan sejarah kuno peradaban masa lampau. Salah satunya adalah kota Persepolis yang pada masa jayanya menjadi kota megah bagi kekaisaran pertama di Persia dan masih meninggalkan banyak bangunan bersejarah berusia ratusan hingga ribuan tahun lamanya.

Jika kamu ingin suasana yang lebih modern, kota-kota besar seperti Teheran, Isfahan, Shiraz atau Yazd juga bisa jadi tempat cuci mata yang pas serta pusat-pusat belanja di mana kamu bisa mencoba makanan khas Iran serta membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.

2. Kazakhstan (Bebas Visa 30 hari)

Menikmati indahnya pemandangan Danau Kolsai di Kazakhstan
Menikmati indahnya pemandangan Danau Kolsai di Kazakhstan

Negara-negara di Asia Tengah masih kurang populer sebagai destinasi wisata, termasuk Kazakhstan. Nama Kazaskhstan sendiri rasanya masih asing di telinga orang Indonesia kecuali bagi mereka yang pernah mengikuti kisah Dayana dan Fiki Naki di Youtube.

Kazakhstan sendiri masuk dalam 10 besar negara terbesar di dunia. Negara ini pun memegang peranan penting di masa lalu dan menjadi salah satu negara yang dilewati jalur sutra. Dan yang paling menarik, di negara ini tinggal ratusan etnis yang hidup berdampingan.

Di negara ini kamu bisa menikmati pemandangan alam yang menakjubkan mulai dari formasi bebatuan di Tamgaly Petroglyphs, Charyn Canyon, Karkaraly National Park, Danau Kolsai, atau sekedar menikmati alam liar di Aksu-Zhabagly.

Jika kamu ingin sesuatu yang berbeda, kamu bisa mengunjungi dua kota besar Astana (Nur Sultan) atau Almaty. Di kedua kota ini kamu bisa menikmati kuliner khas Kazakhstan, museum bersejarah, atau bahkan bermain di resor ski dan ice skating terbesar di dunia.

3. Kyrgyzstan (Visa on Arrival 30 hari)

Kehidupan nomadik yang masih banyak dilakukan di Kyrgyzstan
Kehidupan nomadik yang masih banyak dilakukan di Kyrgyzstan

Kyrgyzstan adalah negara kecil di tenggara Kazakhstan yang juga patut kamu kunjungi. Sama seperti tetangganya, negara ini juga berada di jalur sutra. Bentang alam yang fenomenal dan penuh dengan gunung yang menjulang tinggi membuat negara ini cocok untuk kamu yang senang hiking.

Satu hal menarik dari negara ini adalah masih dipeliharanya budaya lama dari suku nomadik. Keberadaan mereka bahkan menjadi inspirasi bendera mereka di mana 40 arah sinar matahari merepresentasikan 40 suku nomadik yang dahulu bersatu melawan invasi negara lain. Meski zaman semakin modern, mereka masih mempertahankan cara hidup lama seperti berburu, menggembala ternak, dan berpindah tempat sesuai dengan musim.

Sayangnya tidak banyak kota besar yang bisa kamu kunjungi di Kyrgyzstan. Selain ibukota negara Bishkek yang penuh dengan bangunan peninggalan Uni Soviet, kamu juga bisa melihat-lihat kota Osh yang memiliki sejarah panjang selama 3000 tahun.

4. Oman (eVisa 30 Hari)

Serunya berkendara dengan ATV di Padang Pasir Wahiba, Oman
Serunya berkendara dengan ATV di Padang Pasir Wahiba, Oman

Oman adalah negara di ujung semenanjung arab dan berbatasan langsung dengan laut Arab. Dengan 85% lebih penduduknya beragama Islam, tidak akan sulit bagi kamu untuk menemukan masjid serta tempat makanan halal.

Di sini kamu bisa melihat bangunan bersejarah seperti Benteng Bahla, Benteng Nizwa, Benteng Jabrin, atau bahkan Makam Nabi Ayub AS. Selain itu tidak ada salahnya juga mengunjungi ibukota Muskat dan mencicipi makanan khas Oman seperti Majboos, Shuwa, Meshkak, Halwa, atau menikmati secangkir kopi Kahwa.

Satu hal yang menarik untuk dicoba di Oman adalah wisata gurun pasirnya, salah satunya ada di Gurun Wahiba. Selain melihat suku tradisional Bedu, di sini kamu juga bisa menikmati atraksi seperti menunggang unta, berkemah di bawah bintang, serta menaiki buggy dan berkeliling di padang pasir.

5. Qatar (Bebas Visa 30 Hari)

Pusat perbelanjaan modern Villagio Mall di Doha, Qatar
Pusat perbelanjaan modern Villagio Mall di Doha, Qatar

Qatar adalah negara kecil yang berada di Teluk Persia dan berbatasan langsung dengan negara Arab Saudi. Meski berukuran kecil, Qatar adalah salah satu negara terkaya dan memiliki nilai GDP tertinggi ketiga di dunia. Dan satu hal lain yang tidak kalah menarik, lebih dari 85% populasi di Qatar merupakan pendatang yang kebanyakan berasal dari Asia Selatan.

Berada di tengah padang pasir tidak membuat Qatar membosankan. Justru kota-kota besar di negara ini tidak kalah maju dan modern dibanding negara-negara maju di Eropa. Makanya di sini kamu bisa menemukan banyak bangunan luas dan megah dengan arsitektur yang sangat indah.

Meski banyak bangunan baru yang menarik untuk dikunjungi, di Qatar kamu juga bisa menemukan banyak bangunan tradisional bersejarah dari zaman kesultanan. Selainitu kamu juga bisa berkunjung ke pasar terkenal Souq Waqif untuk mencari makanan, kerajinan tangan, atau cinderamata.

6. Tajikistan (Visa on Arrival 45 Hari)

Landmark kota Khujand di Tajikistan yang pernah diduduki Alexander the Great
Landmark kota Khujand di Tajikistan yang pernah diduduki Alexander the Great

Tajikistan adalah negara terkecil di Asia Tengah yang bisa kamu kunjungi menggunakan Visa on Arrival yang berlaku 45 hari. Di negara ini kamu bisa melihat panorama indah dari gunung-gunung yang menjulang tinggi. Faktanya, setengah negara ini berada di atas 3,000 meter di atas permukaan laut.

Sama seperti negara lain di Asia Tengah, kebanyakan penduduk negara ini masih mempertahankan gaya hidup nomadik yang bisa kamu nikmati. Selain itu kebanyakan dari mereka adalah penganut islam sunni yang membuat negara ini sangat moslem-friendly dan cocok untuk traveler muslim yang mencari wisata halal.

Selain mengagumi pemandangan alamnya, di sini kamu juga bisa mengunjungi banyak tempat seperti ibukota Dushanbe di mana kamu bisa mencicipi makanan khas Tajikistan bernama Qurutob. Selain itu ada kota Khujand yang sudah ada sejak ribuan tahun dan pernah diduduki oleh Alexander the Great.

7. Uzbekistan (Bebas Visa 30 Hari)

Megahnya Gur-e-Amir di Kota bersejarah Samarkand, Uzbekistan
Megahnya Gur-e-Amir di Kota bersejarah Samarkand, Uzbekistan

Negara dengan mayoritas muslim lain yang bisa kamu kunjungi bebas visa dengan paspor Indonesia adalah Uzbekistan. Dibandingkan negara di Asia Tengah lainnya, negara ini memiliki lebih banyak bangunan megah serta tempat bersejarah yang bisa kamu kunjungi.

Uzbekistan sendiri memiliki sejarah islam yang cukup panjang. Dua kota, Samarkand dan Bukhara, dahulu bahkan menjadi kota besar yang tidak hanya menjadi pusat perdagangan, namun juga melahirkan banyak imam besar dan cendikiawan muslim seperti Imam Bukhari atau Tamerland.

Selain itu di negara ini juga terdapat banyak makam tokoh terkenal islam seperti Wasim Ibnu Abbas yang merupakan sepupu Rasulullah SAW yang berandil besar dalam menyebarkan islam di wilayah tersebut. Arsitektur dari berbagai masa pun masih terawat dengan baik dan bisa jadi tujuan wisata kamu di negara ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *