Rekomendasi novel inspiratif untuk pelajar dan mahasiswa
Produktivitas

10 Rekomendasi Novel Inspiratif untuk Pelajar dan Mahasiswa

Membaca novel remaja bisa jadi salah satu hal yang menghibur bagi kebanyakan pelajar dan mahasiswa. Cerita berlatar belakang kehidupan remaja dan segala problematikanya tentu akan sangat menarik untuk diikuti karena kamu bisa merasa dekat dengan tokoh utama dalam kisah tersebut.

Namun tidak hanya sebagai hiburan, ada juga lho novel inspiratif untuk pelajar yang bisa mengajarkan kamu nilai-nilai positif dalam kehidupan. Jadi tidak hanya menawarkan cerita seru, novel inspiratif ini juga bisa menjadi inspirasi kamu saat melangkah ke depan atau menjadi pribadi yang lebih baik.

Novel Inspiratif untuk Remaja

1. Trilogi 5 Menara (A. Fuadi)

Trilogi 5 Menara (A. Fuadi)

Buku novel inspiratif untuk pelajar yang bisa kamu baca adalah trilogi 5 Menara yang dikarang oleh Ahmad Fuadi. Pada trilogi tersebut, kita akan dibawa mengikuti kisah Alif, mulai dari menimba ilmu di pondok, berusaha masuk perguruan tinggi, hingga berpetualang ke Amerika Serikat.

Pada buku pertama, Negeri 5 Menara, kita akan dibawa untuk menengok perjalanan Alif mulai dari Minangkabau hingga ke pondok di Jawa Timur. Bersama dengan 5 sahabatnya, Alif akan mengajarkan kita untuk sungguh-sungguh dalam mencapai impian, sesuai dengan mantra sakti yang diajarkan kepadanya, man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses!

Pada buku kedua, Ranah 3 warna, kita akan disuguhkan cerita Alif yang ingin mewujudkan impiannya untuk berkuliah. Meski ada banyak cobaan, Alif tetap bersabar sambil mengingat mantra kedua yang diajarkan kepadanya, man shabara zhafara, siapa yang bersabar pasti akan beruntung!

Pada buku terakhir, Rantau 1 Muara, kiprah Alif yang gemilang mengantarkannya ke negeri impian di Amerika Serikat. Namun berbagai kejadian yang tidak diinginkan membuatnya terpaksa memikirkan ulang tujuan hidupnya. Di sinilah kita akan belajar man saara ala darbi washala, siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan.

2. Anak Rantau (A. Fuadi)

Anak Rantau (A. Fuadi)

Novel lain dari Ahmad Fuadi yang juga bisa kamu baca untuk mendapatkan inspirasi adalah Anak Rantau. Meski judulnya Anak Rantau, cerita di dalamnya mungkin tidak akan seperti yang kamu bayangkan.

Di buku ini kita akan mengikuti perjalanan Hepi yang ‘dibuang’ ayahnya ke kampung agar ia bisa dididik ulang sesuai dengan nilai moral dan agama yang ketat. Namun Hepi yang kesal justru berusaha berontak dan ingin segera kembali ke kota dengan usahanya sendiri.

Pada perjalanannya, Hepi berkenalan dengan tokoh-tokoh unik di kampungnya. Ia bersama teman-teman barunya bahkan menjadi pahlawan baru di kampung mereka.

Novel ini cocok untuk remaja yang merasa ditinggalkan, dibuang dan dikecewakan, serta merasa dunia tidak adil. Mengutip dari novel Anak Rantau,

“Kalau merasa ditinggalkan jangan sedih. Kita akan selalu ditemani dan ditemukan oleh yang lebih penting. Resapi lah bahwa kita tak akan ditinggalkan Tuhan. Jangan takut sewaktu menjadi orang terbuang. Takutlah pada kita yang membuang waktu.”

3. Padang Bulan (Andrea Hirata)

Padang Bulan (Andrea Hirata)

Seluruh karya Andrea Hirata bisa jadi buku yang really worth to read. Seperti karyanya yang populer, Laskar Pelangi, semua karyanya dikemas dengan apik dan menghasilkan bacaan yang tidak cuma menghibur, tapi juga menyentil empati kita dan memberikan kita banyak pelajaran berharga.

Karya lain dari Andrea Hirata yang bisa kamu baca untuk mencari inspirasi adalah Padang Bulang. Novel ini berkisah tentang Enong yang harus menjadi tulang punggung keluarga di usia belia. Meski begitu ia tidak menyerah dan terus berjuang, serta berusaha keras meraih impiannya untuk bisa berbahasa Inggris.

Ditulis dengan bahasa yang ringan, novel ini sangat menarik untuk dibaca oleh siapa saja. Namun di setiap bab-nya juga terselip kisah yang menyentuh dan memberi motivasi baru pada pembaca.

Buat kamu yang masih malas-malasan belajar, kisah Si Enong bisa jadi cambuk agar kamu lebih termotivasi dan berusaha lebih keras untuk meraih impian kamu.

4. Hafalan Shalat Delisa (Tere Liye)

Hafalan Shalat Delisa (Tere Liye)

Novel inspiratif untuk remaja berikutnya adalah Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Novel yang diadaptasi dalam bentuk film di tahun 2011 ini bercerita mengenai gadis kecil bernama Delisa yang diterjang Tsunami Aceh saat sedang menghafal bacaan shalatnya.

Tidak hanya kehilangan anggota keluarganya, Delisa juga harus kehilangan salah satu kakinya akibat bencana tersebut. Meski begitu ia tetap tegar dan tabah, apalagi setelah dipertemukan dengan ayahnya yang berada jauh saat bencana melanda. Sekembalinya ia ke sekolah, Delisa pun berusaha keras untuk mengembalikan lagi hafalannya yang hilang.

Dari novel ini kita bisa belajar untuk terus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Keadaan yang buruk bukanlah alasan untuk membuat kita putus asa dan kehilangan semangat untuk menjalani hidup.

5. Seri Anak Nusantara (Tere Liye)

Seri Anak Nusantara (Tere Liye)

Novel karya Tere Liye lainnya yang juga bisa jadi sumber inspirasi kamu adalah Seri Anak Nusantara yang sebelumnya bernasma Serial Anak Mamak. Buku ini terdiri dari lima buah buku yang bercerita mengenai anak-anak mamak serta kekuatan karakter mereka.

Dengan gaya bahasa yang sederhana, buku ini bisa dibaca siapa saja mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga orang dewasa. Kamu pun bisa mengambil pesan-pesan moral yang ditanamkan dan mendapatkan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat untuk orang lain.

6. Lima Cerita (Desi Anwar)

Lima Cerita (Desi Anwar)

Sesuai dengan namanya, buku Lima Cerita karya mantan jurnalis senior Desi Anwar bercerita mengenai kehidupan lima tokoh berbeda. Pada buku ini kamu bisa membaca kisah seorang wanita yang harus kehilangan orang yang tersayang sekaligus menghadapi kematian ayahnya yang tidak terduga. Lalu ada kisah Djuna yang sedang mempelajari tali kedewasaan dari panutannya.

Kisah lainnya adalah cerita seorang remaja yang berniat untuk mengakhiri hidupnya akibat rasa tertekan di sekolah. Lalu ada kisah Adela yang menyadari pedihnya jatuh cinta, serta kisah May yang coba memahami peran ibu dalam hidupnya.

Buku ini akan cocok untuk kamu yang masih menghadapi kehidupan remaja dengan segala problematikanya. Meski cerita fiksi, di buku ini kamu bisa merasakan perasaan-perasaan menyakitkan selama proses tumbuh dewasa. Kamu pun bisa mendapatkan solusi yang realistis dari setiap permasalan yang ada.

7. A untuk Amanda (Annisa Ihsani)

A untuk Amanda (Annisa Ihsani)

Sekilas Amanda adalah gadis sempurna yang memiliki segalanya. Selalu memiliki nilai bagus, populer, dan punya masa depan cerah. Tapi sebuah momen mengubah pandangannya terhadap dirinya sendiri, dan ia pun yakin kalau dirinya tidak sebaik apa yang dibayangkan orang lain, lalu mulai menarik diri dari lingkungan di sekitarnya.

Beda dengan novel remaja lainnya, A untuk Amanda banyak bercerita mengenai masalah kesehatan mental seperti impostor syndrome dan depresi. Depresi sendiri memang sering dianggap sebelah mata dan acap kali disepelekan. Padahal sama seperti penyakit lain, depresi pun harus diobati dan mendapatkan dukungan dari sekitar.

Dengan penjelasan yang lugas dan sedikit frontal, buku ini akan membawa kamu untuk menyelami segala konflik dalam kehidupan Amanda dan perjuangannya untuk sembuh sambil menjalani psikoterapi. Meski tidak bisa sembuh sepenuhnya, kamu bisa mendapatkan inspirasi untuk belajar cara menghadapi rasa depresi.

8. Sabtu Bersama Bapak (Adhitya Mulya)

Sabtu Bersama Bapak (Adhitya Mulya)

Sabtu Bersama Bapak adalah novel inspiratif untuk pelajar yang kehilangan sosok ayah, atau bagi mereka yang ingin membina rumah tangga sendiri. Pesan-pesan moral di dalamnya akan sangat cocok untuk kamu yang sedang mencari rekomendasi buku inspiratif untuk pelajar atau mahasiswa.

Buku ini bercerita mengenai Gunawan Garnida, seorang bapak yang menyadari bahwa umurnya tidak lagi lama setelah terkena penyakit kanker. Khawatir kedua anaknya tumbuh tanpa sosok ‘bapak’, ia pun mulai merekam video berisi pesan hidup yang kelak akan diwariskannya pada istri dan kedua anaknya, Satya dan Cakra.

Video-video tersebut pun akhirnya menjadi inspirasi bagi istri dan kedua anaknya dalam mengarungi kehidupan mereka sendiri. Menonton video dari sang Bapak pun menjadi rutinitas mingguan yang selalu mereka lakukan di hari Sabtu.

9. Resilience: Remi’s Rebellion (Nellaneva)

Resilience: Remi's Rebellion (Nellaneva)

Pernahkah kamu membayangkan apa yang sedang kamu lakukan di usia tua nanti?

Remi yang baru berusia 16 tahun tiba-tiba bermimpi dirinya hidup sendiri di sebuah rumah tua yang terlantar di usianya yang setengah abad. Meski ia introvert dan gemar menyendiri, ia tidak mau hal tersebut terjadi pada dirinya.

Sejak hari itu, ia bertekad untuk melakukan perubahan dengan bantuan Kino, ketua kelasnya yang terkenal supel. Bersama Kino, Remi melakukan pemberontakan (rebellion) dan belajar banyak hal baru mengenai persahabatan dan pengembangan diri. Sayang ketergantungan Remi terhadap Kino membuatnya begitu terluka dan mempengaruhi masa depannya. Di usianya yang 25 tahun, ia pun merasa kembali ke titik awal. Namun lewat kakak beradik, Emir dan Elang, ia menemukan solusi baru, Resilience.

Meski terlihat seperti novel percintaan remaja pada umumnya, kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran dengan mengikuti perjalanan Remi dalam mencari jati diri dan menghadapi konflik terbesar yang berasal dari dirinya sendiri.

10. The Alchemist (Paulo Coelho)

The Alchemist (Paulo Coelho)

Dalam buku The Alchemist, Paulo Coelho menulis cerita mengenai penggembala domba bernama Santiago yang bermimpi menemukan harta karun di piramida Mesir.

Perjalanan dari Spanyol menuju dataran di Afrika Utara bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ia pun mendapati banyak hambatan dan rintangan, serta banyak godaan menggiurkan dalam mencapai tujuannya.

Meski sudah dirilis lebih dari tiga dekade silam, novel ini masih masuk dalam kategori best seller jika kamu mencari novel inspiratif. Melalui buku ini kamu bisa mendapatkan motivasi untuk mewujudkan impianmu, menaklukan ketakutan terbesarmu, dan menentukan nasib kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *