buku produktivitas kerja terbaik
Produktivitas

15+ Rekomendasi Buku Terbaik Tentang Produktivitas

Dengan waktu yang sangat terbatas setiap harinya, kita tentu ingin agar waktu tersebut dapat digunakan secara efisien bukan? Dengan begitu kita bisa mengerjakan semua tugas serta melakukan hal-hal yang kita inginkan.

Untuk mendapatkan produktivitas yang maksimal, kita bisa belajar dari berbagai sumber. Salah satunya adalah buku-buku khusus yang membahas bagaimana caranya untuk bisa lebih produktif, baik dalam belajar, bekerja, maupun dalam aktivitas lainnya.

Nah, jika kamu butuh rekomendasi buku produktivitas terbaik, berikut adalah beberapa sumber yang bisa kamu percaya.

Buku Produktivitas Terbaik

1. Getting Things Done (David Allen)

Getting Things Done: The Art of Stress-Free Productivity (David Allen)

Getting Things Done: The Art of Stress-Free Productivity karya David Allen pertama kali dirilis pada tahun 2002 dan masih sering dicetak ulang karena tingkat popularitasnya yang tinggi. Buku ini telah lama menjadi salah satu buku self development terlaris dan rujukan penting bagi siapa pun yang ingin meningkatkan produktivitas mereka.

Buku ini akan meningkatkan cara kamu mengatur dan mengorganisasi serta membantu kamu unggul baik secara pribadi maupun profesional terlepas dari apa pun profesi yagn sedang kamu geluti.

Meski dicetak cukup lama, prinsip-prinsipnya telah terbukti dan masih relevan hingga sekarang. Pada cetakan terbarunya, buku ini membahas pekerjaan dan kehidupan yang dinamis dan erat dengan teknologi.

2. The 7 Habits of Highly Effective People (Stephen R. Covey)

The 7 Habits of Highly Effective People (Stephen R. Covey)

Pertama kali dirilis pada tahun 1989, The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R. Covey telah bertahan dalam waktu lama dan banyak dianggap sebagai salah satu buku produktivitas terbesar yang pernah ditulis.

Dalambuku ini, kamu akan diajarkan untuk belajar mengendalikan hidup, membuat keputusan yang strategis, mengatasi kebiasaan buruk, meningkatkan hubungan dengan orang lain, serta menyelesaikan lebih banyak tugas dalam waktu singkat.

Buku ini sangat mudah dan kamu bisa membacanya dan mempraktikannya dengan cepat. Pada versi terbarunya, terdapat infografis yang dirancang dengan baik agar kamu bisa lebih memahami informasi yang dibagikan.

3. The 4-Hour Workweek (Timothy Ferriss)

The 4-Hour Workweek (Timothy Ferriss)

Timothy Ferris terkenal karena meninggalkan jam kerja 9-5 atau sekitar 80 jam kerja seminggu dan menggantinya dengan 4 jam kerja seminggu dan kenaikan gaji yang signifikan.

Dalam buku The 4-Hour Workweek: Escape 9-5, Live Anywhere, dan Join the New Rich, Tim Ferris memberikan gambaran yang tepat untuk menerapkan produktivitas dan membuat rencana manajemen waktu yang baik. Dengan begitu kamu bisa menciptakan gaya hidup yang kamu impikan dan lebih cepat mencapai kebebasan finansial.

4. The Productive Muslim (Mohammed Faris)

The Productive Muslim (Mohammed Faris)

Spiritualitas adalah salah satu aspek penting dalam menjalani kehidupan yang damai dan seimbang. Buku karya Mohammed Faris ini membantu Muslim global perkotaan agar dapat menjalani gaya hidup produktif, secara spiritual, fisik, dan sosial.

Berdasarkan Islam dan teknik produktivitas modern, pendiri ProductiveMuslim.com tersebut juga berbicara tentang peran spiritualitas dalam hidup kita, bagaimana mengatur tidur, nutrisi, dan kebugaran, bagaimana menjadi produktif (bahkan selama Ramadhan), serta bagaimana menjadi produktif secara sosial.

5. Atomic Habits (James Clear)

Atomic Habits: Tiny Changes, Remarkable Results (James Clear)

Atomic Habits karya James Clear menawarkan kerangka kerja yang terbukti berhasil bagi kamu yang ingin terus mengembangkan diri setiap harinya. Dalam bukunya, James mengungkapkan strategi praktis yang akan mengajarkan cara membentuk kebiasaan baik dan menghentikan kebiasaan buruk hanya dengan perilaku kecil saja.

Jika kamu kesulitan mengubah kebiasaan, masalahnya bukan hanya kamu tapi juga sistem di sekelilingmu. Kebiasaan buruk berulang-ulang seringkali terjadi bukan karena kamu tidak ingin berubah, tetapi karena kamu memiliki sistem yang salah untuk melakukan perubahan.

Atomic Habits akan membentuk kembali cara kamu berpikir tentang kesuksesan, dan memberi kamu alat serta strategi yang diutuhkan untuk mengubah kebiasaan buruk dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang lebih baik.

6. Produktivitas Tanpa Batas (Eka Prasetya Wahyuningsih)

Produktivitas Tanpa Batas (Eka Prasetya Wahyuningsih)

Bukan anggapan yang salah bila kesuksesan akan menjadikan hidup kita menjadi lebih bahagia. Makanya banyak orang yang ingin merasakah sukses, baik dalam hidup maupun karir. Nah, salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan menjadi lebih produktif.

Pada buku Produktivitas Tanpa Batas, penulis berlatar belakang Sarjana Psikologi ini akan membahas semua hal mengenai tips untuk menjadi pribadi yang produktif. Dalam buku ini, kamu juga bisa mengetahui manfaat yang besar apabila kita menjadi manusia yang produktif, salah satunya adalah untuk meraih impian atau tujuan dalam hidup kamu.

7. The Productivity Project (Chris Bailey)

The Productivity Project (Chris Bailey)

Ada kisah menarik di balik pembuatan buku ini. Awalnya, Chris Bailey menolak tawaran pekerjaan yang menggiurkan untuk mengejar impiannya, yaitu untuk menghabiskan satu tahun melakukan eksperimen mendalam untuk mengejar produktivitas, subjek yang sangat digemari sejak ia masih remaja.

Nah, semua pelajaran yang ia pelajari selama perjalanan satu tahun tersebut ia tuangkan dalam bukunya, The Productivity Project. Pada buku tersebut terdapat kumpulan wawasan dan lebih dari 25 praktik terbaik yang akan membantu kamu lebih produktif dan mencapai lebih banyak hal dalam hidup.

8. Smarter Faster Better (Charles Duhigg)

Smarter Faster Better (Charles Duhigg)

“Menjadi sibuk” tidak sama dengan “menjadi produktif”. Melalui buku Smarter Faster Better, kamu akan dipandu untuk menjadi produktif dalam beberapa langkah yang didefinisikan dengan jelas.

Buku ini memiliki delapan gagasan utama, yaitu Motivasi, Tim, Fokus, Penetapan Sasaran, Mengelola Sumber Daya Manusia, Pengambilan Keputusan, Inovasi, dan Menyerap Data. Pada setiap bab tersebut, Charles Duhigg memastikan untuk memasukkan kisah-kisah orang dan perusahaan di kehidupan nyata untuk menyampaikan poin-poinnya.

Secara keseluruhan, buku Smarter Faster Better adalah salah satu buku terbaik tentang produktivitas. Jika kamu berhasil mempraktikkan apa yang ada di dalamnya, kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan menghasilkan hasil yang lebih cepat.

9. The Power of Habit (Charles Duhigg)

The Power of Habit (Charles Duhigg)

Buku produktivitas selanjutnya juga dikarang oleh Charles Duhigg. Pada buku the Power of Habit, Charles Duhigg membawa kita menelusuri penemuan ilmiah yang menjelaskan mengapa kebiasaan dapat terbentuk dan bagaimana kebiasaan itu dapat diubah.

Menyaring sejumlah besar informasi menjadi narasi yang mudah untuk dibaca, Duhigg menyajikan kita pemahaman baru tentang sifat manusia dan potensinya. Dengan memanfaatkan sains, kita dapat mengubah bisnis kita, komunitas kita, kehidupan kita, serta membantu membuat kebiasaan baru yang membuat kita lebih produktif.

10. Deep Work (Cal Newport)

Deep Work (Cal Newport)

Judulnya mungkin membingungkan, tetapi Deep Work artinya adalah “kemampuan untuk fokus tanpa gangguan pada tugas yang menguras pikiran kita”.

Newport berpendapat bahwa manusia modern telah kehilangan kemampuan untuk bisa fokus tanpa gangguan dan masuk ke dalam keadaan di mana kita paling produktif dan kreatif.

Pada buku Deep Work, terdapat banyak pelajaran yang sangat penting untuk mencapai sebuah tingkat keahlian baru dan bekerja di waktu yang lebih baik untuk mewujudkan ide-ide kita.

11. Extreme Productivity (Robert Pozen)

Extreme Productivity: Boost Your Results, Reduce Your Hours (Robert Pozen)

Ditulis oleh seorang profesor Bisnis Harvard yang juga pemimpin perusahaan jasa keuangan global, buku ini membahas tentang cara mempertahankan fokus untuk menyelesaikan sebanyak mungkin tugas dalam waktu sesingkat mungkin.

Salah satu tips produktivitas ala Robert Pozen yang menjadi prinsip utama buku ini adalah gagasan bahwa kita harus membuat perubahan kritis dalam pola pikir agar kita tidak fokus pada durasi kerja, namun ke output yang dihasilkan. Dengan begitu kita bisa bekerja dengan lebih efisien dan efektif.

Secara umum, buku ini akan cocok untuk kamu yang menginginkan nasihat praktis dari seseorang yang memahami teori dan praktik untuk menjadi produktif dan tetap menjaga kehidupan keluarga yang sehat.

12. Eat That Frog! (Brian Tracy)

Eat That Frog! (Brian Tracy)

Ada pepatah lama di luar sana, “if you eat a live frog first thing each morning, you’ll have the satisfaction of knowing that it’s probably the worst thing you’ll do all day,” yang artinya kira-kira, “jika Anda makan katak hidup setiap pagi, Anda akan merasa puas karena mengetahui bahwa itu mungkin hal terburuk yang akan Anda lakukan sepanjang hari.”

Menggunakan pepatah tersebut sebagai metafora, buku Eat That Frog! dapat membantu kamu menangani tugas paling menantang, tugas yang paling mungkin kamu tunda, tetapi juga tugas yang mungkin memberikan dampak positif terbesar.

Eat That Frog! menunjukkan kepada kamu bagaimana cara mengatur hari dan memusatkan perhatian pada tugas-tugas penting ini. Nantinya kamu tidak hanya akan menyelesaikan lebih banyak dengan lebih cepat, tetapi juga menyelesaikan hal-hal yang benar.

13. The ONE Thing (Gary Keller)

The ONE Thing (Gary Keller)

The ONE Thing adalah rekomendasi buku produktivitas yang juga menjadi buku terlaris nasional termasuk The Wall Street Journal, New York Times dan USA Today.

Orang-orang menggunakan konsep yang sederhana dan kuat ini untuk fokus pada hal yang paling penting dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan mereka. Perusahaan pun membantu karyawannya menjadi lebih produktif dengan membentuk kelompok belajar, serta memberikan pelatihan dan pembinaan.

Dengan memfokuskan energi mereka pada satu hal pada satu waktu, setiap orang dapat menjalani kehidupan yang lebih bermanfaat dengan membangun karier mereka, meningkatkan keuangan mereka, menurunkan berat badan, menjadi bugar, hingga mempererat hubungan pribadi dengan anggota keluarga lainnya.

14. The Checklist Manifesto (Atul Gawande)

The Checklist Manifesto (Atul Gawande)

Kebanyakan buku terbaik tentang produktivitas di daftar ini fokus pada sistem dan bagaimana caranya mengubah pikiran kira. Padahal ada kalanya memiliki daftar checklist sederhana sudah cukup untuk menyelesaikan sesuatu.

Dalam buku The Checklist Manifesto, Atul Gawande merinci bagaimana metode organisasi klasik ini dapat membantu dalam mengoptimalkan alur kerja di berbagai konteks. Kamu pun bisa belajar cara paling efektif untuk memasukkan daftar periksa ke dalam rutinitas kerja harian kamu.

15. The 80/20 Principle (Richard Koch)

The 80/20 Principle (Richard Koch)

Prinsip Pareto yang lebih dikenal sebagai prinsip 80/20, dinamai berdasarkan pengamatan ekonom Italia, Vilfredo Pareto. Pareto mencatat bahwa pada banyak kasus, 80% output berasal dari 20% input.

Pareto memperhatikan bahwa 80% tanah Italia dimiliki oleh 20% penduduk. Dia kemudian memperhatikan prinsip ini berlaku dengan negara lain dan segmen kehidupan lainnya.

Ini adalah prinsip berguna yang bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Mungkin 80% dari keuntungan berasal dari 20% pelanggan atau 20% dari produk saja. Dengan begitu kita bisa mengalihkan fokus pada hal-hal yang mendatangkan keuntungan paling besar untuk kita.

16. Zen to Done (Leo Babauta)

Zen to Done (Leo Babauta)

Jika kamu menginginkan sistem produktivitas yang sangat sederhana, buku berjudul Zen to Done: The Ultimate Simple Productivity System dari Leo Babauta ini akan cocok untukmu.

Prinsip yang dijelaskan pada buku ini dapat membantu kamu untuk mengembangkan kebiasaan yang membuat semua tugas dan proyek kamu tetap teratur, yang membuat hari kerja kamu tetap sederhana dan terstruktur, yang menjaga meja dan kotak masuk email kamu bersih dan jelas, dan itu membuat kamu dapat melakukan apa yang perlu kamu lakukan, tanpa gangguan.


Itu dia beberapa rekomendasi buku tentang produktivitas yang bisa menjad acuan kerja kamu. Dengan menguasai teknik produktivitas yang baik, kamu bisa mengerjakan lebih banyak tugas dalam waktu yang lebih singkat. Kamu pun bisa memiliki lebih banyak waktu luang untuk keluarga atau sekedar melakukan hal yang kamu inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *